Mr. Late

          Matahari bersinar cerah. Memberi goresan di langit dengan ke indahan sinarnya. Tapi ternyata pagi yang cerah itu bukan keberuntungan untuk Rama, siswa SMA Santun Bangsa ini telah mendapat ceramah pagi dari guru BK karena keterlambatannya.
            “Telat lagi bro ?” tanya Yudha teman sebangku Rama.
            “hehe...ya gak usah di tanya bego,inikan udah jam 9...bikin marah aja nih orang” ujar Rama garang.
            “Wiiiihhh....aku kan tanya baik-baik kok jadi marah-marah sih. Aneh banget” ujar Yudha protes. Hatinya dongkol juga saat Rama menyebut dirinya bego.
            “Iya-iya sorry...huufftt” Rama meletakkan punggungnya di sandaran kursi
            “Kata Pak Daniel,kalau besok telat lagi,bakal ada panggilan ortu.” Ujar Rama Curhat.
            “Ahh...kamu sih,tiap hari telat mulu. Penyakit telat kok gak sembuh-sembuh sih Ram,ngapain aja sih di rumah ?” tanya Yudha sewot. Bosan dengan tingkah laku temannya ini. Tidak hanya di sekolah,Rama pun selalu telat jika di ajak kemana-mana,jam karet adalah motto bagi Rama.
            “Tadi malem itu liat bola Yud...”
            “Ya ampun...dasar GiBol nih anak....Gila Bola...”
            “Yeee...biarin,dari pada Yudha,kalau telat alasannya abis liat film india semaleman....hahahaha....mau jadi  Sharukhan Indonesia mas...kwakakak...kayak sih Norman....” sindir Rama
            “Hahaha....resek banget sih nik anak,jangan keras-keras bego” Yudha terpaksa menjitak kepala Rama,walaupun dia juga tidak menyangkal hal tersebut. Mottonya So what gitu cowok suka india?.
            Percakapan mereka terhenti saat bel istirahat berbunyi, merekapun melangkah menuju kantin.
#Siang hari di kantin sekolah
            Saat istirahat kedua sahabat itu menemui Rosa di kantin sekolah. Rosa adalah teman SD Rama dan Yudha. Sejak TK mereka bertiga adalah sahabat karib. Tetapi,saat SMP,Rosa bersekolah di Bandung mengikuti dinas ayahnya. Saat SMA ia kembali lagi ke Surabaya dan bersekolah di SMA Santun Bangsa bersama 2 sahabatnya tersebut.
Rosa berbeda kelas dengan Rama dan Yudha. Dia menempati kelas X-1 sedangkan Yudha dan Rama menempati kelas X-6 yang terkenal badung.
            “Besok jadi ke rumah nenekku di Bandung gak ?” tanya Rosa untuk mengingatkan kedua sahabatnya mengenai liburan yang telah di bicarakan sebelumnya. Rama dan Yudha sangat menyetujui rencana Rosa yang ingin liburan ke Bandung,terlebih lagi Rama. Karena di sana ia bisa melihat pertandingan live antara Persibaya vs Persib.
            “Yaa jadi donk” jawab Rama semangat.
            “Okelah,kalau gitu besok kumpul jam 9 di stasiun yea...” ujar Rosa
            “Jam 9 ? gak salah ?? bukannya jurusan Ban...aaww....” guman Yudha lirih diikuti Rosa yang tiba-tiba menginjak kaki Yudha dan sedikit melotot. Yudha yang tahu apa maksud Rosa langsung terdiam.
            “Ada apa sih Yud ?” tanya Rama heran melihat kedua temannya yang bersikap aneh.
            “Pokoknya besok jam 9,kalian harus kumpul,yang telat gak ada dispensasi. Telat di tinggal.” Ujar Rosa yang tidak membiarkan Yudha menjawab pertanyaan Rama.
            “Iya-iya...gak usah liat aku donk,kalau nyebut-nyebut TELAT” protes Rama yang disambut derai tawa oleh kedua sahabatnya.
# Stasiun pasar Turi pukul 09.10
            Rama berdiri gelisah. Dari tadi jam tangan di pergelangan tangan kanannya dilirik berkali-kali. Ia telat lagi,hanya telat 10 menit sih tapi ia sudah tidak melihat ke dua temannyaada di Stasiun.
            “Adduuhh...gawat..jangan-jangan udah di tinggal” guman Rama pada dirinya sendiri. Biasanya hari minggu di habiskan Rama untuk tidur-tiduran di rumah. Tapi minggu ini ia ingat  harus pergi on time ke stasiun jika ingin ikut berlibur kerumah nenek Rosa.
            Di keluarkan handphone dari saku celananya. Ia tekan nomor si Yudha yang langsung di sambut suara wanita cantik.
            “Sisa pulsa anda tidak cukup untuk melakukan panggilan ini”
            “Aduuuhhhh.....sialan...sialan....” umpat Rama sebal. Ia lupa belum membeli pulsa hari ini. Hati Rama semakin gelisah. Kecewa melanda. Dalam hati ia menyesalkan keterlambatannya. Ia pun memutuskan untuk tetap berada di stasiun. Menenangkan dirinya sendiri.
# Stasiun Pasar Turi 09.35
            Handphone Rama di saku celannya bergetar melantunkan lagu Insomnia milik Ceaig David. Nomor pribadi. Rama dengan malas mengangkat handphonenya.
            “Hallo ?”
            “Hallo Ram...” suara itu membuat tubuh Rama tegap. Itu adalah suara Rosa
            “Ros....kamu dimana ??? tega banget ninggalin aku di sini,aku kan cuman telat 10 menit Rose” ujar Rama yang hampir menangis tidak peduli dengan orang-orang yang melihatnya. Baginya liburan di Bandung kali ini sangat berarti sebab adanya pertandingan yang di mainkan tim kesayangannya Persebaya.
            “Eeeehh....jangan nangis donk”
            “Siapa yang nangis,enggak kok...” ujar Rama,malu juga ketahuan nangis sama anak cewek.
            “Hallo Rama ??” ada suara Yudha di sebrang sana.
            “Yud ??? aku nyusul kalian pakai kereta sore aja ya...”
            “Eh,ngapain ??? gak usah deh...biar kita berdua yang nyusul kamu ke stasiun” ujar Yudha,terdengar suara tawa kedua sahabatnya di seberang.
            “Waaaahhhh kalian pada ngerjain aku yaa ?????” teriak Rama geram.
            “Hehehe...sorry bos,ini kerjaan sih Rosa Ram” ujar Yudha membela diri.
            “Habisnya kalau aku bilang kereta berangkat jam 10 ntar kamu telat lagi” ujar Rosa polos tanpa dosa,
            “JAM 10 ??????? ya ampuuunnn...tega bener nyuruh nunggu sejam.” Rama jengkel tetapi juga senang,itu berarti ia tidak ketinggalan kereta.
            “Dasar...emangnya gak liat papan pengumuman di stasiun kereta Bandung datang jam berapa?” oceh Rosa. Rama pun berfikir sejenak membenarkan perkataan Rosa,tapi tadi Rama panik,hingga tidak terfikir olehnya melihat papan pengumuman stasiun.
            “Hahaha...ya udah lah kita mau berangkat nih tunggu kita ya Mr.late” ujar Yudha yang di sambut tawa oleh Rosa.
            “Iya deh...cepetan,udah garing nunggu kalian”
            “Beres bos....!!!!” ujar Rosa dan Yudha kompak.
Rama bernafas lega. Senyumnya mengembang. Dalam hati dia bersyukur telah di kerjain ke dua sahabatnya itu. Ia berjanji tidak akan terlambat lagi. Yeah setidaknya peristiwa ini membuat dirinya jera.

November 2010
Sella Annisa Anatasiya

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Aku dan kejadian sepintas lalu

Perihal teman

Setengah hati