Kemungkinan Yang Mungkin Terjadi

Aku tidak tau kenapa harus menerima lamaranannya, hanya saja hati ini tidak menolak. Itu cukup jadi jawaban atas segala doa doa yang aku rapalkan setiap selesai sholat.
Hari itu tanggal 15 Juni 2019 aku menerima khitbahnya. Aku khawatir terlupa dengan banyak peristiwa. Tapi aku enggan bercerita di sosial media, dan aku harus punya wadah untuk tetap menulisnya, blog akhirnya menjadi pilihan karena mungkin tidak ada yang membaca kecuali dia sangat sangat sangat kepo tentangku dan mensearch nama lengkapku di google, itu cara agar bisa melihat curhatanku di blog 😂. Kenapa jadi melantur? Hmmm
Nyampek mana tadi? Ah, dilamar eh khitbah ah, sama saja, hari itu aku tidak deg2an, aku lebih cemas dengan apakah hidangan enak, apakah sodara calonku puas dengan sambutan kami, apakah kamera bisa merekam jalannya acara, sampai aku lupa, adakah hati yang berdebar, adakah sambaran yang menggetarkan saat melihatnya, sungguh aku lupa, aku berfikir nanti pasti bisa dengan berjalannya waktu, tapi toh aku tidak tau sampai kapan waktuku bukan? Aku ingin perasaan ini berkembang, tapi perasaan ini tidak bisa berkembang jika hanya satu orang yang berjuang. Hei mas yang disana, yang akan mengucap Amin Paling Serius diseluruh dunia, bisakah kamu biarkan rasa cinta dan kasih itu berkembang? Mari berjalan beriringan, aku akan berusaha menjadi istri yang sholehah, taat pada perintahmu, menjadi teman hidup yang setia. Aku tau, ada hal2 yang akan kita benci saat bersama, tapi bisakah kamu beri ruang agar ada hal2 yang akan kita sukai saat bersama, bisakah kamu perlebar ruangan itu? Aku akan menunggu, Aku juga bersiap, membuka kamar 19ku, tolong jangan tahan apapun rasa yang keluar. Barangkali memang Allah sudah mengqodar demikian, Aku tidak tau kemungkinan apa yang akan terjadi kedepan. Kita lihat apakah doa doa yang aku amini disetiap selesai sholat itu bisa menembus hatimu. Prasangkaku baik. Semoga Allah menjalankan prasangkaku. Amiinn.


Nb : hei aku lihat senyum itu saat kita semobil, *berkembanglah suka cinta kasih sayangku, melebarlah senyum hati itu.

🐣🐤🐥

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Aku dan kejadian sepintas lalu

Perihal teman

Setengah hati