Kekhawatiran

Hidup itu sungguh singkat. Manusia dipatok umur yang hanya hitungan tahun, puluhan tahun saja. Kadang masih bertanya apasih yang dicari dari hidup selain bekal untuk mati? 

Perasaan khawatir mulai datang saat umur sudah menginjak kepala 3.

Bagaimana kalau ....

Bagaimana kalau ....

Bagaimana kalau ....

Pertanyaan meragukan yang mana itu hal-hal tidak terlalu penting, padahal dihati yakin ada Allah, tapi kok masih khawatir.

Apalagi sudah menikah, sudah punya anak. Khawatirnya sudah mulai aneh²

Bagaimana kalau ....

Bagaimana kalau ....

Bagaimana kalau ....

Pikiran tidak tenang, apalagi mendekati jam rawan. Padahal sudah tau kalau Allah maha mengatur, tapi kok masih khawatir.

Kadang sudah dapat jawaban, oh... kurang doa kali ya, udah jarang ngaji, jarang baca Qur'an, jarang sholat malam. Diingetin Allah mungkin karena kurang mendekat, Allah sudah dekat tapi aku yang masih lari kabur-kaburan 😅

Tapi gak berusaha berubah...hal-hal baiknya masih sebatas angan, ini jelek banget ternyata. Sebatas niat tapi belum dikerjakan. Merasa aman. Tapi hati kecilnya masih khawatir. Berarti ada yang salah kan? Berarti masih belum 100% pasrah kan? Hati gak mungkin salah. Ada perasaan bersalah. Salah-salah makin tersesat hilang arah.

Kayaknya doa ibuku masih menopang.

Doaku belum 100% mujarab. Padahal aku ibu juga. 

Harus berubah ya

Harus ada yang diubah

Berubahnya jangan sebatas niat

Biar khawatir itu menghilang 

Aku juga mau jadi ibu yang bisa menopang anaknya, aku juga mau doaku bisa menembus langit karena statusku juga ibu. Biar anakku tidak khawatir nanti. Biar jalannya mulus juga, bolehlah sesekali berkerikil tapi tetap mulus dan lancar. 

Aku juga mau rejeki suamiku banyak, biar bisa menyenangkan anak kita, aku dan dirinya sendiri. Biar gak khawatir tentang masa depan anak di ekonomi yang carut marut ini. Hmm suamiku juga pasti khawatir ya? Karena dia bapak. Pasti lebih banyak khawatirnya.

Yasudah jalani dulu. Tepis kata "kalau" di otak ini, bismillah...Allah bantu apa yang diniatkan. Dihilangkan rasa khawatir dalam hati. Ditenangkan perihal hidup yang dijalani. 

Ù‡ُÙˆَ الْØ£َÙˆَّÙ„ُ Ùˆَالْآخِرُ Ùˆَالظَّاهِرُ ÙˆَالْبَاطِÙ†ُ ÙˆَÙ‡ُÙˆَ بِÙƒُÙ„ِّ Ø´َÙŠْØ¡ٍ عَÙ„ِيمٌ

Dialah Yang Awal dan Yang Akhir Yang Zhahir dan Yang Bathin; dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu.




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Aku dan kejadian sepintas lalu

Perihal teman

Setengah hati